|
Written by Administrator
|
|
Sasaran Zero Breakdown tidak akan tercapai, bila hanya bagian Perawatan yang terlibat penanganan kerusakan mesin. Hal ini disebabkan karena kerusakan mesin itu tumbuh, mulai dari penyimpangan kecil menjadi kerusakan besar. Zero Breakdown hanya dapat dacapai, bila operator produksi terlibat dalam menemukan penyimpangan. Kegiatan perawatan yang dilakukan oleh operator produksi dikenal sebagai Autonomous Maintenance (Perawatan Mandiri)dan merupakan elemen terpenting dalam penerapan Total Productive Maintenance (TPM). Dalam Autonomous Maintenance, operator produksi tidak saja menjalankan kegiatan produksi, tetapi juga dilibatkan dalam kegiatan perawatan sederhana. Dengan demikian, gejala kerusakan dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga kerusakan dapat dicegah secara total.
Sasaran Program Memahami konsep dasar Total Productive Maintenance Memahami dasar penerapan Autonomous Maintenance Memahami langkah-langkah penerapan Autonomous Maintenance Memahami peran pimpinan dalam penerapan Autonomous Maintenance
Garis Besar Program
- Konsep dasar Total Productive Maintenance
- Falsafah dasar Autonomous Maintenance
- 5S sebagai dasar penerapan Autonomous Maintenance
- Langkah-langkah penerapan Autonomous Maintenance :
- Pembersihan Awal
- Pencegahan Sumber Kontaminasi
- Standar Pembersihan dan Pelumasan
- Inspeksi Menyeluruh
- Standar Perawatan Mandiri
- Quality
- Assurance Process
- Supervisi Mandiri
- Latihan di lapangan
- Peran Pimpinan dalam penerapan Autonomous Maintenance
Metode Pelatihan Games, Role Play, Group Discussion, Case Study, Simulation, Assignment
Peserta Manajer Pabrik, Manajer Produksi, Manajer Perawatan, Supervisor Produksi, dan Supervisor Perawatan (Maintenance)
Lama Pelatihan Dua hari (08:00 – 16:30)
|